Ada parameter lain yang perlu di perhatikan selain max drawdown dan drawdown per trade.
Yaitu ****** dan *******
Sederhananya, kita tidak bisa hanya sekedar melihat sebuah open posisi di close dalam kondisi profit atau loss.
Tapi juga harus melihat, sebuah open posisi seberapa jauh kena floating profit atau floating minus.
Kondisi A :
Sebuah posisi di close dalam kondisi profit $100. Tapi sempat kena floating minus $1000.
Kondisi B :
Sebuah posisi di close dalam kondisi minus $100. Tapi sempat kena floating profit $1000.
Jika ada sebuah akun yang sering terjadi kondisi A, memang secara total dia profit.
Tapi sebenarnya secara risk dia cukup beresiko, di banding akun yg lebih banyak terjadi kondisi B, yg walau secara total berakhir loss.
Dan untuk mengakali akun dengan kondisi B supaya berakhir profit, ini cukup mudah.
Nah tapi, Cari EA dengan kondisi B ga mudah.
Karena sangat sangat jarang.
Ada parameter lain yang perlu di perhatikan selain max drawdown dan drawdown per trade.
Yaitu dan
Sederhananya, kita tidak bisa hanya sekedar melihat sebuah open posisi di close dalam kondisi profit atau loss.
Tapi juga harus melihat, sebuah open posisi seberapa jauh kena floating profit atau floating minus.
Kondisi A :
Sebuah posisi di close dalam kondisi profit $100. Tapi sempat kena floating minus $1000.
Kondisi B :
Sebuah posisi di close dalam kondisi minus $100. Tapi sempat kena floating profit $1000.
Jika ada sebuah akun yang sering terjadi kondisi A, memang secara total dia profit.
Tapi sebenarnya secara risk dia cukup beresiko, di banding akun yg lebih banyak terjadi kondisi B, yg walau secara total berakhir loss.
Dan untuk mengakali akun dengan kondisi B supaya berakhir profit, ini cukup mudah.
Nah tapi, Cari EA dengan kondisi B ga mudah.
Karena sangat sangat jarang.

Sumber Informasi: Facebook Senior Trader Abraham Santoso